Pengalaman Operasi Tahi Lalat

Setelah sekian lama ga pernah nulis review lagi, kali ini mau berbagi pengalaman operasi tahi lalat  😀

Sebenarnya keputusan berat banget mau angkat tahi lalat ini, karena udah ada sejak lahir dan selama 25 tahun ini jadi ciri khas aku banget. Posisi tahi lalatku ada di pinggir ujung hidung, dan itu bikin aku gampang dikenalin sih, hahaa. Ini nih penampakan tahi lalatku yang unyu 😀

whatsapp-image-2017-01-14-at-10-26-34

Beberapa tahun yang lalu aku sempat ngobrol sama Ibu karena ngerasa tambah besar si tahi lalat ini. Ibu nyaranin buat cek ricek di Dokter Kulit, tapi aku nya ga mau karena masih belum menganggu dan masih pede-pede ajaa 🙂 Tapi ntah kenapa akhir-akhir ini berasa makin besar, dan besarnya itu naik ke atas, bukan melebar, njendul gitu. Akhirnya ngumpulin niat buat periksa dulu ke Dokter Spesialis Kulit & Kelamin di salah satu Rumah Sakit Swasta di Denpasar, Bali.

Saat periksa ke Dokter Spesialis Kulit, Ibu Dokter menjelaskan dengan sangat detail tipe tahi lalat yang hinggap dihidungku ini. Intinya tahi lalat yang ada dihidungku ini tidak berbahaya, namun kalau dirasa sudah mulai menganggu apabila mau diangkatpun ga apa-apa. Tetapi karna ukurannya sudah cukup besar, Ibu Dokter menyarankan lebih baik konsultasi ke Dokter Spesialis Bedah Plastik. Wah, denger Dokter Spesialis Bedah Plastik, pikirannya udah jauh ajaa, berasa mau oplas gitu hahahaa.

Kenapa disarankan ke Dokter Spesialis Bedah Plastik, karena posisi tahi lalat ada di wajah, dan Dokter Spesialis Bedah Plastik yang lebih tahu posisi untuk mengangkat tahi lalat baiknya seperti apa. Akhirnya, setelah konsultasi di Dokter Spesialis Kulit, aku langsung meluncur ke Dokter Spesialis Bedah Plastik yang kebetulan lagi ada di Rumah Sakit juga.

Setelah nunggu lumayan lama, akhirnya ketemu juga sama Pak Dokter nih. Sama seperti penjelasan Ibu Dokter Spesialis Kulit ,tahi lalat yang ada dihidungku ini tidak berbahaya, namun memang tidak menutup kemungkinan bisa saja menjadi penyakit ketika di umur agak tua, tapi untuk saat ini baik-baik saja. Pak Dokter juga menjelaskan bagaimana nanti posisi tahi lalat yang akan diangkat dengan menggambarkannya di kertas. Konsultasi cukup singkat, dan akhirnya aku buat janji dengan dokter apabila aku jadi mengambil tindakan operasi.

Sebelum ambil tindakan, yang perlu ditanya adalah biayanya hahaa, jadi aku langsung aja cuss ke Customer Care Rumah Sakit untuk tanya estimasi biaya. Setelah dihitung-hitung sama si Mbak Customer Care, keluarlah angka 3.9jt dengan lengkap dengan rinciannya. Wooowww mahal banget 😐 Karena biayanya yg lumayan mahal, aku obrolin dulu sama Bapak Ibu, tetapi karna ini demi kesehatan juga, akhirnya Bapak Ibu oke2 aja. Sudah oke, Bapak langsung telpon Pak Dokter untuk konfirmasi janji yang tadi sudah aku buat, akhirnya tindakan operasi akan dilakukan tanggal 7 Januari 2017, pukul 12 siang.


Taraaaa, akhirnya hari eksekusi dateng juga. Setelah mendaftar di bagian pendaftaran RS, aku langsung dibawa ke salah satu ruangan untuk mengisi dokumen operasi yang akan dilakukan. Setelah selesai mengisi dokumen, aku langsung dibawa ke Ruang OK (Operatie Kamer). Serius deg-deg-an bangeeettt, padahal cuma operasi ringan hehe.

Sampai di Ruang OK, aku disuruh ganti baju sama Perawatnya, aku kira karna hanya operasi ringan ga perlu sampai ganti2 baju begini, hehe. Intinya semua harus steril jadi semua pakaian harus dilepas kecuali underwear, hehe.

To the point aja ya, tahi lalatku hanya dibius local, dan rasanya sama sekali ga sakit sih, malah lebih sakit kalau lagi facial hahaa. Setelah dibius, langsung tuh disayat2, berasa sih kaya ada sesuatu yang digores ke kulit, cuma ga sakit. Dokternya asik ngajak ngobrol terus jadi ga tegang deh. Nah udah kelar dan dijahit, kata dokternya ga usah diperban, jadi dibiarin kebuka aja biar cepet kering, tapi harus dikasi salep antibiotik supaya ga infeksi. Durasi operasi kurang lebih 30 menit. Nah si tahi lalat yg udah diangkat itu dikembaliin ke yang empunya (aku) haha, geli2 takut sih ngeliatnya 😀

whatsapp-image-2017-01-14-at-10-25-19Setelah semuanya kelar, udah deh langsung bayar dan ambil obat. Total bayarnya tidak semahal estimasi kemarin, tapi tetep aja mahal sih hehe 2,8 juta dan obat yang aku dapet itu ada antibiotik, anti nyeri (asam mefenamat) dan si salep mungil Gentacimin.

Antibiotik di minum 3×1 hari, dan harus dihabiskan, untuk asam mefenamat diminum kalau berasa nyeri aja, dan si salep dipakai 3×1 hari, harus dipakai setiap hari sampai buka jaitannya 🙂

Ohiya, kalau aku mau pakai salep, biasanya aku bersihin dulu jaitannya dengan cairan infus (nacl) supaya bersih 🙂

Nah foto di bawah ini penampakan setelah 5 hari operasi, itu benang-benang nya warna biru tipis kalau dari jauh ga terlalu keliatan, tapi kalo di liatin banget keliatan jelas, hehe.

whatsapp-image-2017-01-14-at-10-25-12

Kalau keluar rumah, aku pakein perban sendiri supaya ga kena debu di jalan, takut malah infeksi walaupun sudah dikasi antibiotik dan salep, hehe. Ya agak malu diliatin orang, mungkin dikira habis mancungin hidung atau oplas kali ya haha, tapi tetep cuek aja 😀

whatsapp-image-2017-01-14-at-10-25-48

And finally hari ini 14 Januari 2017 aku cabut benang jaitannya, hooorreeee 😀 Kata Pak Dokter hasilnya bagus, tinggal kasi salep yang rajin aja. Nah aku disaranin pakai Dermatix Ultra supaya bekas jaitannya cepat memudar. Kalau diperhatiin difoto ini ada garis bekas jaitannya yang agak gelap dan sedikit memerah, semoga bekasnya bisa cepat memudar 😀 (maafken mata diblur karna lagi sembab banget, hehee).

whatsapp-image-2017-01-14-at-10-25-29-2

Nah, sekian dulu tjurhat pengalaman aku, mudah2an bisa jadi informasi yang bermanfaat buat yang baca 🙂 Will be update lagi kalau bekasnya sudah ada perubahan ya. See you in another post 😀


Update 20 Agustus 2017.

Hi semuanya, sudah 7 bulan sejak aku melakukan operasi akhirnya aku update juga nih 😀 Pasti pada penasaran, bekas operasinya hilang atau gak ya hehe. Jadi bekas operasinya itu masih ada ya, namun sudah sangat samar. Aku rajin banget olesin pakai Dermatix Ultra dan memang progress-nya keliatan loo, walaupun lama. Sampai sekarang pun aku masih tetap olesin dibekas operasiku, dan tetap berharap bisa lebih samar lagi 🙂

Ini foto aku sekitar bulan Februari, 1 bulan setelah operasi. Bekasnya masih keliatan 🙂

Foto yang ini diambil Bulan Mei 2017. Bekasnya jauh lebih samar.

Dan yg ini foto minggu pertama di Bulan Agustus 2017, udah jauh jauh lebih samar lagi 🙂

Terima kasih ya buat semua pembaca Pengalaman Operasi Tahi Lalat aku yang sudah email ataupun yang komen. Semoga informasi yang saya sampaikan di blog ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semua.

Akan aku update kembali kalau sudah ada perubahan yang lebih signifikan ya 🙂 See you soon guys!

 

Advertisements

16 thoughts on “Pengalaman Operasi Tahi Lalat

  1. Trias says:

    Hallo Ajeng 😊

    Postingan kamu informatif sekali, kebetulan saya ada rencana juga untuk angkat tahi lalat posisinya di tengah2 dagu. Boleh tau kamu operasinya di rumah sakit apa & daerah mana?

    Terima kasih

    Like

  2. Laura says:

    halo mbak Ajeng Wulandari. kalau boleh tau, ini di rumah sakit mana ya? saya juga tinggal di Denpasar dan berencana operasi tahi lalat juga. terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s